Sabtu, 26 Juli 2014

Dampak Negatif Masturbasi bagi Kesehatan

KEBIASAAN masturbasi tidak selamanya membawa manfaat bagi kesehatan. Menurut Dan Drake, konselor kecanduan seks, masturbasi bisa merugikan atau menghambat aktivitas harian.

Berikut gejala fisik dan psikis yang menunjukkan masturbasi sudah berbahaya dilakukan, seperti dilansir Menshealth.  
Anda sudah menyakiti diri sendiri
Beberapa orang yang terlalu sering melakukan masturbasi hingga mengalami luka pada bagian 'Mr.P'-nya". Tobias Kohler, MD, Urolog dari Southern Illinois University mengatakan luka tersebut bisa ringan seperti lecet hingga penyakit Peyronie atau ada plak di batang Mr. P pria. (Baca: Manfaat Sehat Seks Secara Fisik & Emosional)
 
Berpengaruh pada hubungan sosial dan pekerjaan
Jika Anda sudah merasa kebiasaan masturbasi sudah merugikan kehidupan sosial atau pekerjaan, itu berarti sudah pertanda harus mengatur ulang rutinitas Anda.
Memiliki problem ejakulasi
Beberapa orang yang melakukan masturbasi terlalu banyak membuat dirinya hanya memiliki titik rangsangan tertentu. Masalah akan muncul ketika bercinta secara nyata, hubungan itu tidak memuaskan Anda. "Jika itu terjadi pada Anda, berarti Anda memiliki masalah serius yang harus ditangani. (Baca: Teh Manis Tak Baik Dikonsumsi saat Sahur)
 
Anda tidak bisa berhenti memikirkan tentang masturbasi
Jika Anda merasa terganggu oleh pikiran untuk kapan atau bagaimana melakukan mastubasi selanjutnya, ini adalah indikasi kuat Anda memiliki masalah yang serius.
Anda sudah coba menghentikannya tapi tidak bisa
"Salah satu ciri utama orang sudah kecanduan, ia sudah tidak bisa mengontrol dirinya sendiri," jelas Drake. Seperti orang yang sudah kecandungan rokok atau judi, jika Anda sudah sulit mengelola keinganan masturbasi Anda, itu sudah pada kecanduan yang berbahaya.
Jika Anda merasa memiliki keluhan diatas, Anda bisa mengatasi kondisi itu dengan mengatur lagi rutinitas kehidupan Anda atau mengalihkannya ke aktivitas hal positif. Jika itu tidak kunjung juga berhasil, Anda bisa mendatangi terapi seks atau konselor untuk mengatasi kecanduaan tersebut. 
(fik)


View the original article here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar