Mudik saat Puasa, Sahur Jangan Lupa Minum Vitamin

Mudik saat Puasa, Sahur Jangan Lupa Minum Vitamin

BAGI Anda yang akan melakukan perjalanan ke kampung halaman, tentu banyak hal yang harus dipersiapkan. Apalagi, bagi mereka yang juga menjalankan ibadah puasa.

Salah satu persiapan sebelum melakukan perjalanan mudik dalam kondisi masih puasa adalah kebutuhan gizi. Menurut Direktur Medis Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat, Dr Sri Widiyaningsih, bekal yang dibawa oleh pemudik untuk sahur dan berbuka puasa baiknya tidak sembarangan. Setidaknya harus memerhatikan sisi kebersihannya.

“Kalau makanan sih tetap nasi, tetapi kalau kita membawa bekal sendiri selama perjalanan mudik yang pasti harus higienis,” katanya di Jakarta, belum lama ini.

Dr Sri menambahkan bahwa bekal makanan yang dibawa oleh pemudik juga harus memenuhi kebutuhan gizi. Di antaranya mencakup karbohidrat, protein, dan vitamin.

“Makanannya harus mencakup karbohidrat, protein, vitamin, dan serat atau empat sehat, bahkan kalau bisa lima sempurna. Kalau lima sempurnanya bisa terpenuhi, itu lebih bagus. Kalau tidak juga tidak masalah,” jelasnya. (Baca: Mabuk Perjalanan Ketika Mudik, Minum Obat atau Istirahat)

Lebih lanjut, tidak kalah penting adalah menghindari sakit selama perjalanan. Jika memang terjadi, Dr Sri menyarankan untuk menambah asupan vitaman demi menutupi kekurangan asupan nutrisi.

“Kalau kita dalam perjalanan tiba-tiba sakit, maka harus memnuhi kebutuhan asupan nutrisi yang kurang dengan vitamin karena kalau sedang sakit biasanya menjadi sedikit makanan sehingga nutrisinya kemungkinan kurang,” tutupnya.  
(fik)


View the original article here

Puasa 20 Jam, Vidi Aldiano Tak Lupa Minum Vitamin

Puasa 20 Jam, Vidi Aldiano Tak Lupa Minum Vitamin

BERPUASA di negeri orang merupakan tantangan tersendiri, seperti yang dirasakan penyanyi Vidi Aldiano. Vidi saat ini sedang menjalankan ibadah puasa di Manchester, Inggris.

Vidi kini sedang menjalani studi S3 di University of Manchester. Senin, 17 Juli 2014, dia menyempatkan datang ke Jakarta sebagai Duta The United Nations Population Fund (UNFPA) Country Office in Indonesia yang mengkampanyekan pentingnya pendidikan untuk anak muda.

Dia mengatakan bahwa menjalankan ibadah puasa di Inggris cukup berbeda dengan di Indonesia. Pasalnya, berpuasa di negeri Ratu Elizabeth tersebut bisa hingga sekira 20 jam.

“Iya, akan menjalankan puasa di sana, dan nanti di sana itu puasa sampai 20 jam, jadi doakan,” katanya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Terlebih, cuaca di Inggris kadang tidak bersahabat dengan orang-orang Asia. Tentu, hal tersebut juga bisa menjadi tantangan saat berpuasa bagi pria kelahiran 29 Maret 1990 tersebut. (Baca: Kunci Diet Sehat selama Ramadan)

Oleh karena itu, pelantun ‘Gadis Genit’ tersebut menyiasati agar puasanya tetap sehat dengan minum vitamin setiap hari. Menurutnya, minum vitamin juga akan membantunya menghadapi cuaca tidak bersahabat di Inggris saat bulan Ramadan.

“Minum vitamin pasti, kalau enggak bisa ‘gila’. Udara di sana juga enggak bagus, anginnya kencang," tutupnya. (Baca: Kunci Sehat Puasa, Jangan Sampai Dehidrasi!) (ftr)


View the original article here

Vitamin A pada Minyak Goreng Tingkatkan Gizi Ibu & Anak

Vitamin A pada Minyak Goreng Tingkatkan Gizi Ibu & Anak

SALAH satu masalah kesehatan pada anak-anak dan ibu di Indonesia adalah kekurangan vitamin A. Rupanya, masalah tersebut bisa diatasi melalui fortifikasi minyak goreng kelapa sawit dengan vitamin A.
Terbukti dalam penelitian terbaru Prof Soekirman, Direktur Eksekutif Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI). Dalam penelitian ditemukan bahwa fortifikasi minyak goreng dengan vitamin A bisa meningkatkan asupan vitamin A pada masyarakat Jawa Barat tanpa peningkatan konsumsi minyak goreng.
Untuk mendapatkan kesimpulan tersebut, Prof Soekirman melakukan penelitian selama satu tahun pada rumah tangga berpenghasilan rendah di 24 desa di kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis di Jawa Barat. Hasilnya, konsumsi minyak goreng dengan fortifikasi meningkatkan asupan vitamin A pada perempuan muda, ibu menyusui, dan anak-anak berusia 12-59 bulan serta 5-9 tahun sehingga semakin mendekati rekomendasi kecukupan gizi untuk vitamin A.
"Survei pertama (baseline) dilakukan pada Juni 2011, sebelum fortifikasi dimulai, dan yang kedua (endline) dilakukan setahun setelah fortifikasi untuk membandingkan perubahan kadar  vitamin A di antara kelompok-kelompok yang diuji, " katanya.
"Pada semua kelompok, tingkat vitamin A dalam darah lebih baik pada tahun 2012 dibandingkan pada tahun 2011. Dampak ini juga dialami oleh bayi berusia enam sampai 11 bulan, yang diduga mendapatkan manfaat melalui peningkatan asupan vitamin A dari ibu mereka selama kehamilan dan menyusui," imbuhnya, saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (14/7/2014).
Lebih dari itu, setelah fortifikasi kadar vitamin A dalam ASI meningkat lebih dari setengah kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada semua kelompok, kondisi kekurangan vitamin menurun tajam, dari enam sampai 18% menjadi 0,5 sampai 6% atau turun sekira 67 sampai 96 %, urainya. (Baca: Kerajaan Belanda Bantu Masalah Kurang Gizi di Indonesia)
Sementara Ir Doddy Izwardi, MA, Direktur Bina Gizi dari Kementerian Kesehatan, menyatakan bahwa penelitian ini dilakukan untuk mendukung kebijakan Kementerian Perindustrian pada Juli 2012 tentang penerapan fortifikasi untuk minyak goreng sawit. “Kebijakan ini berdasarakan permintaan dari Kementerian Kesehatan untuk meningkatan kesehatan masyarakat Indonesia," imbuhnya. (Baca: Menu Terbaik jika Ibu Hamil Berpuasa)
Senada pernyataan di atas, Ravi Menon, Country Manager Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN), menyatakan bahwa penelitian ini bisa menjadi kebiasaan baru untuk masyarakat Indonesia. Hal ini dianggap bisa meningkatkan asupan vitamin A sesuai kebutuhan tubuh.
"Hasil penelitian ini menunjukan, fortifikasi minyak goreng sawit dengan vitamin A adalah cara meningkatan asupannya di kalangan masyaraka tanpa meningkatkan konsumsi minyak goreng," tutupnya.
(fik)

View the original article here