Agar Sahur Jelang Imsak Menyehatkan Tubuh

Agar Sahur Jelang Imsak Menyehatkan Tubuh

KUNCI sehat selama Ramadan yakni tidak mengabaikan sahur. Pasalnya, tubuh membutuhkan asupan makanan untuk energi sampai waktu berbuka puasa.

“Tubuh membutuhkan asupan makanan saat sahur untuk menjalani puasa sepanjang hari dengan sehat. Bagi orang-orang yang terbiasa tidur lebih awal dan bangun lebih cepat, maka lebih baik sahur saat bangun tidur,” kata Dr Abdulla A. Fayyad dari American Board Certified di Gastroenterology and Hepatology, seperti dikutip Emirates247, Senin (21/7/2014).

Meski menekankan bahwa sahur tidak boleh dilewatkan, dr Fayyad juga tidak menampik jika banyak orang melakukannya jelang fajar atau waktu imsak. Jika sudah demikian, maka sangat dianjurkan untuk konsumsi makanan ringan.

“Bagi mereka yang terbiasa tidur larut malam, bangun mendekati waktu fajar untuk sahur, maka disarankan mengonsumsi makanan yang relatif ringan,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr Fayyad mengatakan bahwa makanan saat sahur juga harus diperhatikan. Utamanya tentu saja harus kaya gizi. Apalagi, sahur juga dianalogikan mengganti waktu sarapan Anda. Karena itu, sahur harus mencakup karbohidrat dan protein.

“Sahur harus mencakup karbohidrat dan protein karena sebagai pengganti sarapan, serta lebih baik menghindari gula. Hal ini karena makanan mengandung gula akan membuat Anda lapar kembali setelah baru beberapa saat makan,” simpulnya. (fik)


View the original article here

Cegah Tubuh Anak Pendek, Cek Kehamilan Secara Teratur

Cegah Tubuh Anak Pendek, Cek Kehamilan Secara Teratur

ANAK dengan kondisi stunting atau tinggi badan tidak memenuhi standar (pendek) biasanya disebabkan karena sang ibu mengalami kekurangan gizi dan zat besi saat hamil. Untuk itu, penting melakukan pemeriksaan secara teratur selama masa kehamilan.
Direktur Bina Gizi dari Kementerian Kesehatan RI, Ir. Doddy Izwardi, MA, mengatakan bahwa ibu hamil bisa memeriksakan diri, baik melalui bidan ataupun dokter. Dengan demikian, ibu hamil yang berisiko melahirkan anak stunting bisa terdeteksi lebih dini. Deteksi tersebut juga bertujuan
memberi penanganan lebih lanjut, seperti pemberian suplemen dan obat. (Baca: Kerajaan Belanda Bantu Masalah Kurang Gizi di Indonesia)
"Saat hamil itu, wanita butuh perawatan kehamilan, jadi kunjungi bidan untuk mengecek kondisi kesehatan Anda bayi Anda," katanya pada konferensi pers “Program Peningkatan Gizi Ibu, Bayi dan Anak, Dalam Rangka Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Jawa Timur” di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (14/7/2014). (Baca: Menu Terbaik jika Ibu Hamil Berpuasa)
Pemeriksaan tersebut, imbuh Doddy,  karena hamil menjadi fase penentu untuk kesehatan ibu dan bayi. Kondisi kesehatan ibu yang memburuk juga akan berpengaruh pada anak.
"Yang harus diketahui, hamil itu masa kritis untuk ibu dan anak. Sehinga saat ibu kesulitan makan, maka akan berpengaruh pada anaknya. Dan jika kondisi fisik ibu yang tidak memungkinkan, itu akhirnya akan membuat anak lahir dengan kondis stunting," tutupnya.
(fik)

View the original article here