Bayi Berlatih Kata-Kata sejak Usia 7 Bulan

Bayi Berlatih Kata-Kata sejak Usia 7 Bulan

BAYI belajar berbicara ternyata sejak usia tujuh bulan. Hal ini dibuktikan oleh Patricia Kuhl, co-director dari Universitas Washington untuk Ilmu pembelajaran otak melalui penelitian yang telah dipublikasikan dalam Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Menurut Patricia, sebelum bayi bisa mengucapkan artikulasi kata-kata secara jelas, mereka sebenarnya sudah berlatih di kepala. Bagian otak yang bertanggung jawab dengan perencanaan motorik bicara aktif pada umur tujuh bulan. Meskipun tidak jelas mengucapkan kata sampai umur satu tahun, sebenarnya mereka sedang belajar berlatih merangkai kata-kata.

"Cara bayi mengaktifkan bagian otak yang melatih motorik adalah dengan mendengar. Saat itu, otak bayi sedang bekerja untuk terlibat dalam pembicaraan. Ini sudah aktif sejak bayi berumur 7 bulan," kata pria yang juga menjabat Wakil Direktur University of Washington Institute for Learning and Brain Sciences ini, seperti dilansir Foxnews, Rabu (16/7/2014)

Untuk belajar mengucapkan kata-kata, bayi punya cara sendiri. Biasanya, mereka akan menggerakkan tangannya ketika ingin berbicara sesuatu. (Baca: Mengintip proses kemampuan bayi bicara)

"Saat anak ingin bicara atau melontarkan kata, biasanya mereka akan melakukan gerakan yang akan mempermudah produksi kata-kata," simpulnya.  
(fik)


View the original article here

Kesehatan Reproduksi Penting Diberikan Sejak Dini

Kesehatan Reproduksi Penting Diberikan Sejak Dini

KEBIJAKAN dalam bidang kesehatan terus ditingkatkan agar generasi muda turut berperan dalam proses pembangunan. Penerapan kebijakan dalam proses pembangunan tersebut merupakan bentuk investasi terhadap generasi muda bagi masa depan.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Prof.Dr. Fasli Jalal, Ph.D, Sp.GK, mengatakan bahwa salah satu strategi yang disusun dalam menginvestasi generasi muda adalah memberikan pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif.

"Pendidikan kesehatan reproduksi disusun dengan tujuan penundaan usia nikah, juga untuk mengurangi tingkat kelahiran melalui program Genre (Generasi Berencana-red)," ucapnya saat konferensi pers "Seminar Hari Kependudukan Dunia" di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (14/7/2014).

Pendidikan kesehatan reproduksi sangat penting dimulai sejak usia pendidikan. Oleh karena itu, Fasli mengutarakan bahwa program ini nantinya diterapkan ke seluruh institusi pendidikan formal dan non-formal, termasuk perguruan tinggi. (Baca: Menu Terbaik jika Ibu Hamil Berpuasa)

"Program pendidikan kesehatan reproduksi pada institusi pendidikan ini nantinya akan dibantu melalui Konselor Teman Sebaya di Pusat Informasi dan Konseling Remaja," tuturnya.

Sementara, menurut Fasli, generasi muda sedang menjalani masa transisi menuju dewasa. Selama masa transisi tersebut, generasi muda mengalami berbagai peristiwa yang menentukan kesuksesan mereka di masa mendatang.

"Oleh karena itu, sudah seharusnya kita bekerjasama untuk membuat kebijakan serta program yang didedikasikan bagi generasi muda untuk menjamin kesejahteraan mereka," tutupnya.  
(fik)


View the original article here