Organ Intim Sehat, Pilih Tempat Pipis Bukan Gratisan

Organ Intim Sehat, Pilih Tempat Pipis Bukan Gratisan

MENAHAN rasa buang air kecil saat menempuh perjalanan dapat berisiko mengalami infeksi saluran kencing (ISK). Karenanya, disarankan tidak perlu menunggu sampai ‘kebelet’ baru mencari tempat pemberhentian.

Namun, yang menjadi kekhawatiran adalah mengenai kebersihan toilet umum saat perjalanan mudik. Bagi wanita, toilet yang kotor akan mengganggu kebersihan genitalnya. Merekapun cenderung menahan buang air kecil.

Bagaimana tip memilih tempat untuk buang air kecil dengan memerhatikan aspek kesehatan dan kebersihan? Direktur Medis Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat, Dr Sri Widiyaningsih mengatakan, sekarang ini sudah banyak tersedia fasilitas toilet sepanjang perjalanan mudik, baik jalur pantai utara (Pantura) maupun jalur selatan. Dari sekian banyak fasilitas toilet, di antaranya ada yang membayar dan gratis.

“Fasilitas toilet sepanjang perjalanan mudik ada yang membayar, tetapi ada pula yang gratis. Nah, kalau toilet yang membayar itu biasanya bersih,” katanya di Jakarta, belum lama ini.

Terlepas dari itu, menurut Dr Sri, banyak yang bisa direkomendasikan sebagai tempat buang air kecil selama perjalanan mudik. Selain tempat yang dikomersialkan, tambah Dr Sri, masih ada beberapa tempat, seperti pom bensin atau masjid yang kebersihannya terjaga.

“Terutama kalau di masjid, itu kita bisa salat terus juga sekalian beristirahat, jadi menurut saya tidak ada masalah soal itu,” tutupnya. (fik)


View the original article here

Pola Makan Sehat, Puasa Perbaiki Keluhan Maag

Pola Makan Sehat, Puasa Perbaiki Keluhan Maag

PUASA Ramadan tidak hanya membawa berkah bagi penderita maag. Puasa juga membawa keluhan maag membaik.
Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, Konsultan Gastroenterologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan, puasa mampu membuat maag membaik. Apalagi, hal ini terjadi karena pola makan saat berbuka puasa dan sahur yang sehat.
"Maag bisa muncul karena faktor makan. Jadi, cara untuk mengontrolnya ialah dengan menghindari makanan yang asam, pedas, berlemak, dan juga cokelat," katanya saat diwawancara Okezone, Senin (21/7/2014)
Lebih lanjut, penyakit ini juga masih bisa bergejolak. Untuk itu, Anda bisa mengonsumsi obat penekan asam lambung. (Baca: Pola Makan Sehat selama Puasa) 
"Saat perut tidak enak saat jalani puasa, berarti asam lambung meninggi. Kalau sudah seperti itu, minumlah obat asam lambung khususnya saat sahur," terangnya.
(fik)

View the original article here

Makanan Organik Lebih Sehat dari Non-organik

Makanan Organik Lebih Sehat dari Non-organik

PERDEBATAN antara makanan organik dan makanan non-organik selesai. Faktanya, makanan organik merupakan makanan yang paling sehat dibanding non-organik.
Dalam penelitian yang diterbitkan British Journal of Nutrition, tanaman organik mengandung lebih banyak antioksidan dan lebih sedikit residu pestisida. Untuk mendapatkan hasil itu, para ilmuwan memeriksa 343 publikasi hasil penelitian. Mereka membandingkan kualitas gizi dan keamanan makanan antara nabati organik dan makanan konvensional atau non-organik. Agar lebih valid hasilnya, hampir semua tanaman yang diteliti ditanam di area dan tanah yang sama.
Para peneliti juga menemukan bahwa makanan organik mengurangi paparan terhadap bahan kimia pertanian sebanyak hampir 50%. Sementara tanaman konvensional tiga sampai empat kali lebih mungkin terpapar residu pestisida. Di mana paparan ini sudah dikaitkan dengan cacat lahir, kerusakan saraf, dan beberapa jenis kanker. Demikian seperti dilansir Mensfitness. (Baca: SDM Berkualitas Dimulai Sejak Dalam Kandungan)
Tak sampai disitu, kelebihan dari makanan organik tidak hanya memotong paparan bahan kimia berbahaya saja. Tetapi juga bisa meningkatkan status gizi dalam tubuh seseorang.  Penelitian sudah mengatakan, dengan beralih ke pola makan organik, seseorang akan mengalami 20 sampai 40% peningkatan konsumsi antioksidan dan polifenol (setara dengan menambahkan dua porsi tambahan buah atau sayuran perhari).
(fik)

View the original article here

Malas Gerak saat Puasa Justru Tidak Sehat

Malas Gerak saat Puasa Justru Tidak Sehat

PUASA bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Meski ketika puasa tubuh akan terasa lemas dan mengantuk, berdiam diri justru dinilai tidak menyehatkan.

Dokter dan ahli kebugaran, Dr Chandy George, dari Balance Wellbeing 360 mengatakan bahwa menjalani rutinitas dengan latihan ringan tetap diperlukan untuk menjaga tubuh aktif selama puasa. Biasanya, olahraga lebih ideal dilakukan setelah berbuka puasa.

“Kuncinya adalah mengonsumsi makanan ringan sebelum berolahraga pada pukul 21.00, yaitu setelah berbuka puasa,” katanya, seperti dikutip Gulfnews, Kamis (17/7/2014).

Lebih lanjut, Dr George menjelaskan bahwa pada hari biasa, olahraga pagi dapat membantu mendongkrak energi untuk menjalani sisa hari. Namun, berolahraga rutin pada bulan biasa tidak boleh dilakukan selama siklus puasa di bulan Ramadan. (Baca: Alasan Diabetesi "Haram" Puasa saat Gula Darah Tinggi)

“Hindari berolahraga pagi hari karena tubuh yang sedang berpuasa akan kelelahan setelah itu. Hal tersebut juga akan menyebabkan kerusakan otot dan meningkatkan dehidrasi,” jelasnya.

Lemak sendiri seperti bahan bakar utama metabolik bagi orang-orang yang sedang menjalankan ibadah puasa. Namun, menurut Dr George, seharusnya membakar lemak tidak menjadi fokus utama selama Ramadan, melainkan cukup untuk metabolisme.

“Fokus utama selama Ramadan harus memaksimalkan metabolisme karena puasa akan membuatnya melambat sehingga harus tetap aktif,” tutupnya.  
(fik)


View the original article here

Bulan Imunisasi Anak Sekolah Wujudkan Siswa Sehat & Kuat

Bulan Imunisasi Anak Sekolah Wujudkan Siswa Sehat & Kuat

IMUNISASI adalah suatu tindakan memberikan kekebalan dengan cara memasukkan vaksin ke dalam tubuh. Karena itu, Pemerintah Kota Depok menggelar Rapat Koordinasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) persiapan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).  
Sebagai ujung tombak layanan kesehatan paling dasar, khususnya untuk anak-anak, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sudah diakui manfaatnya oleh masyarakat. Hal itu terbukti dari tingginya kesadaran para ibu untuk membawa anak-anak mereka ke Posyandu. Umumnya, anak yang rutin dibawa ke Posyandu memiliki status gizi lebih baik. 
Di Posyandu, anak-anak bukan hanya akan mendapatkan imunisasi, juga akan dipantau tumbuh kembangnya. Peran Posyandu sangat besar untuk mencegah gizi buruk dan gizi kurang. Kegiatan penimbangan yang dilakukan secara rutin bisa menemukan kasus-kasus gizi buruk dengan lebih cepat.
Rakor dihadiri oleh Wakil Wali Kota, Kepala Dinas Kesehatan, OPD, Kementerian Agama Kota Depok, UPT Pendidikan, UPT Kesehatan, dan Kepala Sekolah. Ketua Panitia Rakor, Wimbo Wasmoro, mengatakan bahwa rakor diadakan untuk merencanakan BIAS yang merupakan amanah TP UKS Provinsi Jawa Barat. Rakor ini sangat penting dengan harapan semua anak-anak dari SD kelas 1 hingga kelas 3 harus 100% ikut imunisasi demi masa depan bangsa yang sehat dan kuat.
“Semoga rakor ini menyatukan wawasan dan persepsi kita untuk melaksanakan pendidikan dan pelayanan kesehatan serta memilihara lingkungan yang sehat,” ujar Wimbo dalam sambutannya, Kamis (17/7/2014).
Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Somad mengatakan, UKS dilaksanakan di sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan anak. Apabila fisik atau kesehatan terganggu, lanjutnya, maka anak-anak tidak bisa menerima pelajaran.
“Semoga rakor ini membuahkan langkah-langkah yang baik agar kita bisa memenuhi target yang belum tercapai. Semua itu terkait dengan kesadaran dan keseriusan kita bersama dalam menciptakan kesehatan untuk anak-anak. Ayo, kita galakkan UKS di kecamatan," tutupnya.
(fik)

View the original article here

Tiga Cara Sederhana Jadikan Hidup Lebih Sehat

Tiga Cara Sederhana Jadikan Hidup Lebih Sehat

HIDUP sehat bisa berawal dari kebiasaan yang dilakukan sehari-hari, termasuk pola makan. Pola makan yang sehat akan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Pola makan yang sehat cukup sederhana. Anda cukup mengonsumsi beberapa makanan tertentu, ada pula yang harus dihindari. Berikut beberapa makanan yang harus dikonsumsi dan dihindari agar hidup lebih sehat, seperti dilansir Womensfitness, Kamis (17/7/2014)

Bebas daging

Makanlah daging lebih sedikit dan perbanyak sayuran. Pasalnya, menurut penelitian dari Oxford University, menjadi vegetarian memiliki risiko 32 persen lebih kecil untuk menderita penyakit jantung.

Mengurangi kafein

Mengonsumsi minuman berkafein akan menurunkan kesehatan Anda. Karenanya, mulailah untuk mengurangi beberapa cangkir dalam sepekan, seperti minum secangkir teh hijau atau susu untuk memulai pagi yang sehat. (Baca: Cara Hindari Heat Stress Selama Ramadan)

Mengonsumsi sayuran hijau

Mengonsumsi sayuran hijau dapat membantu meningkatkan detoksifikasi hati dengan mengeluarkan racun keluar dari tubuh. Karena itu, pastikan setiap hari mengonsumsi kale, brokoli atau bayam saat makan siang dan makan malam untuk kulit yang lebih cerah. (fik)


View the original article here

Pola Puasa Sehat untuk Diabetesi

Pola Puasa Sehat untuk Diabetesi

PENDERITA diabetes yang berpuasa tentunya tidak boleh sembarang mengonsumsi makanan. Hal ini bisa menimbulkan komplikasi terhadap kadar gula darahnya.
Menurut Dr Benny Kurniawan, Marketing Manager PT Roche Indonesia, diabetesi punya pola makan khusus ketika puasa. Saat buka puasa, misalnya, diabetesi tidak boleh langsung mengonsumsi makanan dalam porsi berlebihan. Jika memaksa, gula darah akan mengalami lonjakan yang cukup signifikan. (Baca: Jangan langsung makan besar usai konsumsi takjil)
"Polanya itu, 10 persen untuk jumlah konsumsi makanan saat berbuka puasa dan sebaiknya mengonsumsi yang manis dulu. Lalu, 40 persennya makanan berat setelah melakukan salat maghrib. Setelah salat tarawih atau sekitar jam 21.00, hanya boleh mengonsumsi makanan ringan sejumlah 10 persen," katanya di Jakarta, baru-baru ini. (Baca: Diabetesi Pantang Olahraga Dekati Waktu Buka Puasa)
Sementara, untuk sahur, jumlah konsumsinya sebesar 40 persen. Menurut Dr Benny, jika diabetesi bisa menjalani pola makan tersebut dengan baik, mereka bisa memiliki cukup energi untuk menjalani aktivitas harian. Porsi 40 persen atau makanan berat tersebut, jenis makanannya harus bervariasi dan lengkap gizinya; sayur, buah, lauk, karbohidrat dan lemak. (Baca: Alasan Diabetesi "Haram" Puasa saat Gula Darah Tinggi
“Hindari juga mengonsumsi yang manis-manis saat sahur. Sebab, makanan manis akan bikin cepat kenyang, tapi cepat lapar lagi yang otomatis mempercepat penurunan gula darah. Kondisi ini pada akhirnya akan membuat fisiko seseorang lemas dan berisiko mengalami hipoglikema," pungkasnya.
(fik)

View the original article here

Pola Makan Sehat selama Puasa

Pola Makan Sehat selama Puasa

PADA bulan Ramadan, umat muslim berpuasa dari matahari terbit hingga matahari terbenam. Tentu, kondisi ini membuat tubuh mengalami perubahan pola makan dan minum.

Meski begitu, saat berbuka maupun sahur Anda harus tetap mengonsumsi makanan secara sehat. Berikut beberapa tips makan sehat selama Ramadan, seperti dilansir Hellodoctor, Rabu (16/7/2014).

Hindari makanan berwarna putih

Makanan berwarna putih, misalnya roti, beras, dan gula. Beberapa jenis makanan putih diproses dengan komposisi yang kurang sehat dan nilainya gizinya telah berkurang. Anda dapat menggantinya dengan mengonsumsi roti gandum, beras merah, dan madu sebagai pemanis alami.

Hindari junk food

Junk food saat memang mudah dicari, tetapi hampir tidak mengandung nutrisi apapun. Oleh karena itu, akan selalu baik jika memasak sendiri menu masakan selama bulan Ramadan.

Hindari makanan dan minuman penyebab dehidrasi

Dehidrasi adalah masalah paling umum yang terjadi selama puasa. Oleh karena itu, cobalah untuk minum banyak air atau mengonsumsi makanan yang mengandung banyak cairan. Selain itu, hindari kopi dan soda karena dapat menyebabkan dehidrasi. (Baca: Kiat sehat makan takjil saat berbuka puasa)

Hindari gorengan

Makanan yang digoreng, terlalu manis, ataupun terlalu pedas tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama puasa. Makanan-makanan tersebut sulit dicerna dan dapat memicu beberapa masalah kesehatan yang serius. Sebagai alternatif, Anda bisa mengonsumsi makanan yang direbus, dikukus, atau dibakar.

Kurangi asupan karbohidrat

Selama bulan puasa, Anda menghabiskan sebagian besar waktu tanpa makan dan minum. Dalam kondisi seperti ini, cobalah untuk mengurangi asupan berkarbohidrat dan lebih banyak makan serat serta protein saat sahur. Hal ini karena serat dan protein akan membuat Anda kenyang lebih lama dan membantu sistem pencernaan lancar. (fik)


View the original article here

Kiat Sehat Makan Takjil saat Berbuka Puasa

Kiat Sehat Makan Takjil saat Berbuka Puasa

BANYAKNYA takjil yang dijajakan di pinggir jalan jelang buka puasa, seringkali membuat orang lapar mata. Akibatnya, mereka tanpa sadar membeli hingga mengonsumsinya secara berlebihan.

Dokter gizi Dr dr Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, Sp.GK mengatakan bahwa takjil yang dikonsumsi berlebihan justru bisa memicu penyakit. Lantas, bagaimana cara sehat untuk mengonsumsi takjil?

"Takjil yang sehat itu jumlahnya tidak terlalu banyak dan tidak boleh dikonsumsi terus-menerus. Juga, tidak mengandung gula ataupun santan yang banyak," katanya kepada Okezone di Jakarta, belum lama ini. (Baca: Puasa Pekan Ketiga kok Makin Lemes)

Takjil untuk berbuka, imbuh dr Fiastuti, biasanya harus memiliki rasa manis. Apalagi, takjil sebenarnya digunakan untuk mengganti kadar gula dalam tubuh usai menjalani puasa seharian.

"Takjil ini kan digunakan untuk segera mengganti kadar gula. Kadar darah yang turun karena 14 jam tidak terisi makanan," tutupnya. (fik)


View the original article here

Manfaat Sehat Seks secara Fisik & Emosional

Manfaat Sehat Seks secara Fisik & Emosional

SEKS bukan sekadar aktivitas yang mencari kepuasan dari pasangan Anda. Lebih dari itu, seks juga dikaitkan memiliki sejumlah manfaat secara fisik dan emosional.

Anda mungkin sudah mendengar bahwa seks bisa membakar kalori tubuh. Rupanya, seks juga memiliki manfaat kesehatan fisik dan mental.

Untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, simaklah ulasan di bawah ini seperti dilansir Healthmeup.

Mengurangi stres

Studi menunjukkan bahwa ada beberapa cara alami untuk mengurangi stres. Satu studi tersebut menemukan, orang-orang yang bercinta secara teratur selama dua pekan memiliki tensi, yang berkaitan dengan stres, lebih rendah. Seks juga melepaskan hormon endorfin dan oksitosin di otak, yang menyebabkan seseorang merasa rileks. Alhasil, ia jauh dari serangan stres.

Meningkatkan kepercayaan diri

Seks dan keintiman telah dikaitkan dengan manfaat meningkatkan rasa percaya diri seseorang. Itu bisa terjadi karena seks membuat perasaan seseorang jadi lebih baik, sehingga meningkatkan kepercayaan diri. Bahkan, meningkatnya rasa percaya diri ini juga dirasakan saat Anda beradegan ranjang. (Baca: Kentut Berbau Menyengat Baik untuk Kesehatan)

Berperan sebagai antidepresan alami

Seks juga berperan sebagai antidepresan alami karena melepaskan hormon endorfin di otak. Sepeti diketahui, hormon ini bisa membantu mengurangi depresi dan rasa sakit. (Baca: Pasien Penyakit Jantung Tak Bisa Puasa jika...)

Meningkatkan keintiman dengan pasangan

Berhubungan seks secara teratur memungkinkan ikatan hubungan Anda dengan lawan pasangan jadi lebih dalam. Seks juga melepaskan oksitosin, hormon cinta, yang membantu orang untuk saling mencintai dan percaya. Meningkatnya keintiman atau hubungan pasangan ini pada akhirnya akan menyebabkan seks jadi lebih memuaskan. (Baca: Mau Puasa, Pasien Jantung Perlu Konsultasi Dokter)

Meningkatkan mood seseorang

Endorfin adalah hormon yang sudah dikenal meningkatkan mood. Ketika Anda berhubungan seks, hormon ini secara alami dilepaskan sehingga menempatkan Anda dalam suasana hati yang baik.
(ftr)


View the original article here