Puasa Stabilkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi

Puasa Stabilkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi

PUASA Ramadan memiliki banyak manfaat kesehatan. Bahkan, pada 10 hari jelang Lebaran, salah satu manfaat yang bisa diambil adalah menurunnya tekanan darah bagi penderita hipertensi.

Hal ini seperti diungkapkan Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, Konsultan Gastroenterologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Menurutnya, naik turun tekanan darah pada penderita hipertensi disebabkan pola makan lemak yang tidak terkontrol, dan emosi yang diliputi rasa cemas.

Sementara itu, dengan menjalani puasa, setidaknya kebiasaan itu bisa diminimalisir.

"Tanda dari tekanan darah bisa turun, bisa dilihat dari pemakaian obat yang berkurang. Jika tekanan darah tidak turun, pasti ada yang tidak terkontrol antara pola makan atau emosi," katanya saat diwawancarai Okezone, Senin (21/7/2014)

Meski begitu, turunnya tekanan darah bagi penderita hipertensi juga tetap harus diwaspadai. Pasalnya, bisa saja aktivitas lain setelah menjalani puasa bisa memicu tekanan darah kembali naik.

"Mudik itu pasti memengaruhi tekanan darah penderita hipertensi. Dan, kuncinya agar bisa mempertahankan manfaat dari mengontrol pola makan dan pengendalian diri—jangan mudah terpancing untuk marah," tutupnya. (fik)


View the original article here

Penderita Asma Boleh Olahraga Lari, Kok

Penderita Asma Boleh Olahraga Lari, Kok

KATA siapa orang yang menderita asma tidak boleh berolahraga lari? Nyatanya, mereka juga boleh melakukan olahraga tersebut
Dijelaskan dr Hario Tilarso, spesialis kesehatan olahraga RS Premier Bintaro, anggapan masyarakat bahwa penderita asma tidak boleh berlari, sepenuhnya keliru. Menurutnya, lari justru bisa memudahkan mereka untuk bernapas. (Baca: Teh Manis Tak Baik Dikonsumsi saat Sahur)

"Lari bikin otot pernapasan jadi kuat. Mereka (penderita asma-red) juga akan lebih mudah bernapas. Jadi, memang penderita asma boleh ikut melakukan olahraga lari," katanya di Jakarta, baru-baru ini. (Baca: Cara Mencegah Mr P Berbau Tak Sedap)

Meski begitu, lanjut dr Hario, mereka tidak boleh asal lari begitu saja. Olahraga lari bagi penderita asma, harus disertai rekomendasi dokter. (Baca: Manfaat Sehat Seks Secara Fisik & Emosional)

"Dokter akan memberitatahu bagaimana cara lari yang benar, dan berapa lama lari yang boleh dilakukan. Itu semua juga harus ada pembimbingnya untuk memonitor kita. Dan, semua informasi itu didapat dari dokter," tutupnya.

(fik)


View the original article here