Puasa Stabilkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi

Puasa Stabilkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi

PUASA Ramadan memiliki banyak manfaat kesehatan. Bahkan, pada 10 hari jelang Lebaran, salah satu manfaat yang bisa diambil adalah menurunnya tekanan darah bagi penderita hipertensi.

Hal ini seperti diungkapkan Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, Konsultan Gastroenterologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Menurutnya, naik turun tekanan darah pada penderita hipertensi disebabkan pola makan lemak yang tidak terkontrol, dan emosi yang diliputi rasa cemas.

Sementara itu, dengan menjalani puasa, setidaknya kebiasaan itu bisa diminimalisir.

"Tanda dari tekanan darah bisa turun, bisa dilihat dari pemakaian obat yang berkurang. Jika tekanan darah tidak turun, pasti ada yang tidak terkontrol antara pola makan atau emosi," katanya saat diwawancarai Okezone, Senin (21/7/2014)

Meski begitu, turunnya tekanan darah bagi penderita hipertensi juga tetap harus diwaspadai. Pasalnya, bisa saja aktivitas lain setelah menjalani puasa bisa memicu tekanan darah kembali naik.

"Mudik itu pasti memengaruhi tekanan darah penderita hipertensi. Dan, kuncinya agar bisa mempertahankan manfaat dari mengontrol pola makan dan pengendalian diri—jangan mudah terpancing untuk marah," tutupnya. (fik)


View the original article here

Turunkan Tekanan Darah, Makan Saja ini

Turunkan Tekanan Darah, Makan Saja ini

MAKANAN dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari dapat memengaruhi kesehatan Anda secara keseluruhan. Misalnya, mengonsumsi makanan dan minuman tertentu dapat menurunkan tekanan darah.

Berikut beberapa makanan dan minuman yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi, seperti dikutip Newsmaxhealth, Jumat (18/7/2014).

Oatmeal

Salah satu manfaat makan oatmeal adalah menurunkan kolesterol. Untuk memperoleh manfaat yang lebih baik dari makan oatmeal, usahakan memasaknya sendiri, jangan membuatnya dalam bentuk instan.

Teh

Minum teh membantu kinerja fungsi jantung lebih efisien. Selain itu, teh mengandung flavanoid yang disebut proantosianidin yang membuat pembuluh darah stabil.

Asparagus

Asparagus kaya kalium yang dapat menurunkan tekanan darah. Selain itu, asparagus merupakan diuretik alami yang membantu mengurangi tekanan darah.

Yogurt tanpa lemak

Yogurt tanpa lemak dapat mengurangi tekanan darah. Dalam penelitian yang dipresentasikan di konferensi AHA, peneliti meneliti lebih dari 14.000 orang dewasa selama 14 tahun. Selain itu, para peneliti menemukan bahwa makan yogurt tanpa lemak memiliki 31 persen risiko lebih rendah untuk mengembangkan tekanan darah tinggi.  
(fik)


View the original article here

Ngemil Ubi Bantu Turunkan Tekanan Darah

Ngemil Ubi Bantu Turunkan Tekanan Darah

JANGAN sepelekan jika tekanan darah Anda termasuk tinggi. Pasalnya, tekanan darah tinggi merupakan indikasi beberapa penyakit berat, termasuk jantung dan stroke.

Agar tekanan darah tetap stabil, Anda bisa menjaga perilaku dan menerapkan gaya hidup sehat. Terutama soal makanan yang dikonsumsi.

Salah satu makanan yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil adalah ubi. Meski umbi-umbian sering dicap sebagai makanan yang buruk bagi kesehatan, asupan ini sangat membantu menurunkan tekanan darah.

Ubi ungu dapat menurunkan tekanan darah karena kaya kalium dan magnesium. Sebuah studi dalam the Journal of Agriculture and Food Chemistry menunjukkan, 18 orang yang kelebihan berat badan dan memiliki tekanan darah tinggi mampu menguranginya dengan makan ubi.

Sebagaimana dikutip Newsmaxhealth, Jumat (18/7/2014), ubi bisa menurunkan tekanan darah jika Anda mengolahnya dengan cara memanggang, merebus, atau menggunakan microwave. Intinya, jika ingin mengonsumsi ubi menjadi kebiasaan yang menyehatkan, jangan pernah menggorengnya.

Penelitian ini juga menyebutkan ada cara lain yang bisa membuat mengonsumsi ubi jadi menyehatkan. Selain dipanggang atau direbus, tambahkan minyak zaitun dan rempah-rempah segar agar lebih menyehatkan. (fik)


View the original article here

Alasan Diabatesi ''Haram'' Puasa saat Gula Darah Tinggi

Alasan Diabatesi ''Haram'' Puasa saat Gula Darah Tinggi

MENJALANI puasa Ramadan, bagi penderita diabetes atau diabetesi memang diperbolehkan. Namun, "haram" hukumnya jika kondisi gula darah sedang tinggi.
Menurut Dr Benny Kurniawan, Marketing Manager PT Roche Indonesia, jika diabetesi memaksakan diri berpuasa, maka akan memicu kejadian yang fatal atau penyakit baru. Nyatanya, diabetesi dengan kadar gula darah di atas 300 mg/dl tidak boleh berpuasa. Pasalnya, saat gula darah tinggi, lemak tubuh akan dibakar secara drastis. (Baca: Jangan langsung makan besar usai konsumsi takjil)
“Hasilnya, akan menciptakan pecahan, dimana tidak hanya energi yang dihasilkan tapi juga keton (racun-red). Dari keton ini, akhirnya bisa timbul komplikasi yang berat," katanya dalam acara bertema “4 Sehat 5 Teratur Selama Berpuasa bagi Diabetesi” bersama Accu-Chek di Crown Plaza, Jakarta, Rabu, 16 Juli 2014. (Baca: Mengintip proses kemampuan bayi bicara)
Untuk berpuasa, diabetesi harus lebih dulu menurunkan kada gula darahnya. Caranya dengan mengurangi konsumsi asupan manis dan olahraga selama 30 menit selama empat sampai lima hari dalam sepekan.
"Patokannya, turunkan gula darah di bawah 300 mg/dl. Nah, setelah itu sudah boleh puasa," pungkasnya.
(fik)

View the original article here

Darah Segar Jadi Tren Baru Masyarakat

Darah Segar Jadi Tren Baru Masyarakat

STOK darah di  Palang Merah Indonesia (PMI) Solo selama Ramadan dalam kondisi aman. Meski terjadi sedikit penurunan, stoknya masih bisa memenuhi kebutuhan transfusi darah di Kota Solo, Jawa Tengah.

Menurut Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto, pihaknya selaku penyedia stok darah selalu bekerjasama dengan lembaga terkait demi mengetahui kebutuhan rata-rata selama Ramadan. Hasilnya, untuk semua golongan darah di PMI Solo masih bisa tercukupi sampai 28 Juli 2014.

"Kami prediksi hingga Lebaran dalam kategori aman, total tersedia 1.584  kantong darah," katanya kepada  wartawan di Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/7/2014).

Dalam catatan PMI Solo,  stok darah untuk golongan darah A ada 485 kantong, golongan darah B 501 kantong, golongan darah AB sejumlah 81 kantong, dan golongan darah  O sebanyak  517 kantong. Sumartono menyebutkan jika saat ini banyak tren baru terkait permintaan darah. Masyarakat atau pasien banyak yang memilih stok darah dengan kondisi segar dan masa penyimpanan tidak terlalu lama. Mereka beranggapan, komponen dalam darah berkurang jika disimpan dalam waktu lama.

"Sebab itu, kita tidak menyetok banyak darah karena mereka memilih menggunakan darah yang masa simpannya tidak lebih dari 10 hari," jelasnya lebih lanjut. (Baca: Jangan Minum Obat jika Telah Berubah Warna)

Sumartono menambahkan bahwa masa penyimpanan selama 35 hari secara medis masih dalam kategori aman. "Kami bisa mempertanggungjawabkan keamanan darah tersebut," ungkapnya.

PMI Solo juga menyiagakan sejumlah ambulan untuk mengantisipasi kebutuhan darah secara mendadak. Biasanya kebutuhan darah selama arus Lebaran naik-turun tidak pasti. Paling banyak digunakan untuk korban kecelakaan lalu lintas. (Baca: Perlemakan hati bisa sebabkan hepatitis)

"Bila stok berkurang, kami adakan donor darah massal di tempat ramai di sekitar Solo," pungkasnya.  
(fik)


View the original article here