Rajin Lari, Minum Lebih Banyak Air

Rajin Lari, Minum Lebih Banyak Air

KUNCI penting saat berolahraga lari adalah mencukupi cairan yang dibutuhkan tubuh. Namun, berapa jumlah ideal yang harus dikonsumsi?
dr Hario Tilarso, spesialis kesehatan olahraga dari RS Premier Bintaro menegaskan, tidak ada angka khusus untuk jumlah kebutuhan air minum saat berlari. Kebutuhan air sebenarnya tergantung dari jarak lari yang diambil dan keluarnya keringat.

"Bagi orang yang rajin olahraga, kan pasti keringat yang keluar lebih banyak dibanding pemula karena faktor metabolisme. Nah, yang rajin lari ini minumnya harus lebih banyak," katanya di Jakarta, baru-baru ini. (Baca: Manfaat Sehat Seks secara Fisik & Emosional)

Sementara itu, jarak juga bisa dijadikan patokan seberapa banyak air yang harus dikonsumsi. Jika jarak yang ditempuh untuk berlari sangat jauh, maka seseorang harus mengonsumsi air lebih. (Baca: Teh Manis Tak Baik Dikonsumsi saat Sahur)

" Kebutuhan orang berbeda-beda. Jika jarak larinya jauh, pelari harus meminum banyak air," simpulnya. (Baca: Cara Mencegah Mr P Berbau Tak Sedap) (fik)


View the original article here

Lari Bakar Kalori Paling Banyak

Lari Bakar Kalori Paling Banyak

LARI adalah olahraga yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Itu bisa terjadi karena olahraga ini membakar kalori lebih baik dibanding olahraga lainnya.
Dr Hario Tilarso, spesialis kesehatan olahraga dari RS Premiere Bintaro, menegaskan bahwa lari menempati posisi teratas dibanding olahraga lainnya dalam hal membakar kalori terbanyak. Hasil dari olahraga lari sangat baik untuk metabolisme dan stamina tubuh.
"Kalau kita urut dari atas, semua jenis olahraga, mau dari sepakbola, tenis, lari, dan lain-lain. Lari olahrga yang paling banyak membakar kalori lebih banyak. Semakin kencang larinya, semakin banyak pula kalori yang dibakar," katanya pada media gathering “NUTRILITE 80 Tahun” di Blooming Bar & Resto, Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Namun demikian, mereka yang suka berolahraga lari harus berhati-hati saat melakukannya. Pasalnya, lari ialah jenis olahraga yang membuat banyak orang cedera.
"Karena lari itu memberi tekanan yang tinggi pada kaki, inilah yang harus diwaspadai orang-orang. Makanya, sebelum berolahraga dianjurkan harus mempersiapkan dulu. Pakai sepatu yang tepat, dan jangan lupa melakukan pemanasan," tutupnya.
(ren)

View the original article here

Makin Dihisap, ASI Akan Keluar Lebih Banyak

Makin Dihisap, ASI Akan Keluar Lebih Banyak

BANYAK ibu segera memberikan susu formula saat ASI mereka tidak keluar atau hanya keluar sedikit. Padahal, pilihan tersebut tidak perlu segera dilakukan karena yang dibutuhkan hanyalah kesabaran.  
"ASI itu secara natural memang pasti cukup, dan akan selalu mencukupi kebutuhan bayi," kata dr Agnes Mallipu dari Global Alliance for Improved Nutrition usai konferensi pers "Program Peningkatan Gizi Ibu, Bayi dan Anak" dalam rangka Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Jawa Timur di Hotel JS Luwansa, Jakarta, baru-baru ini. (Baca: Kentut Berbau Menyengat Baik untuk Kesehatan)
Terpenting,  yang perlu dilakukan para ibu adalah sabar untuk terus merangsang keluarnya ASI. "Para ibu memiliki kelenjar susu, dan itu akan berproduksi (mengeluarkan ASI-red) kalau ada rangsangan dari hisapan bayi. Jadi, kalau makin dirangsang puting susunya maka produksi ASI makin banyak," imbuhnya. (Baca: Pasien Penyakit Jantung Tak Bisa Puasa jika...)

Sementara itu, kata dia, jika sudah diperkenalkan susu formula, bayi cenderung akan malas menghisap ASI. Tentu, ini dengan sendirinya mengurangi produksi ASI. Dia menekankan ibu untuk tidak segera memberikan susu formula dan tidak khawatir jika produksi ASI kurang mencukupi kebutuhan bayi. (Baca: Mau Puasa, Pasien Jantung Perlu Konsultasi Dokter)
"Itu karena saat umur bayi masih di bawah tujuh hari, volume lambung masih sangat kecil, dan masih tumbuh. Artinya apa? Secara anatomi, ibu dan bayi sedang dalam tumbuh bersama, inilah yang harus diketahui masyarakat," pungkasnya.
(ftr)

View the original article here

Minum Banyak Alkohol Berisiko Penyakit Jantung

Minum Banyak Alkohol Berisiko Penyakit Jantung

APAKAH Anda termasuk peminum alkohol? Baiknya, mulai sekarang mengurangi kebiasaan tersebut.

Terlalu banyak minum alkohol bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Sebuah penelitian baru menunjukkan, mengurangi konsumsi alkohol dapat menurukan tekanan darah dan risiko penyakit jantung koroner.

Lalu, apa sebenarnya efek terlalu banyak minum alkohol terhadap jantung? Consultant Cardiologist dari London Bridge Hospital, Dr Gerald Carr-White, mengatakan bahwa terlalu banyak minum alkohol dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

“Terlalu banyak minum alkohol dapat meningkatkan risiko penyempitan pembuluh darah yang menyuplai jantung Anda sehingga meningkatkan risiko serangan jantung,” katanya, seperti dikutip Femalefirst, Senin (14/7/2014).

Selain meningkatkan risiko serangan jantung, menurut Dr Gerald Carr-White, terlalu banyak minum alkohol bisa memicu masalah kardiovaskular lainnya. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan meningkatkan risiko terkena stroke, tekanan darah tinggi, dan rentan terhadap takiaritmia (kecepatan jantung meningkat).

“Selain itu, terlalu banyak minum alkohol juga meningkatkan risiko diabetes dan gagal jantung, di mana jantung menjadi lemah,” tutupnya. (Baca: Puasa Lindungi Kesehatan Jantung & Jauhi Stres)
(fik)


View the original article here